Jumat, 21 Desember 2012

Marak Pencurian Baterai Tower BTS

http://www.radioperkasa.com/berita/berita-tulungagung/447-marak-pencurian-baterei-tower-bts-seluler-polisi-belum-temukan-pelaku
Sebuah pencurian baterei tower BTS seluler di Tulungagung makin marak. Setelah sebuah operator seluler yang menempatkan BTS nya di desa sambidoplang kecolongan Baterei sebanyak 8 buah, 4 Desember kemarin. Kejadian terulang kembali terjadi di dua wilayah, masing-masing desa Sumberdadi sumbergempol dan desa kromasan Ngunut menjadi sasaran pencuri (6 Desember 2012). Dua BTS di desa sumberdadi telah kehilangan baterei daya di BTS 1 sejumlah 20 baterei seharga 10 juta dan BTS 2 kehilangan 8 baterei seharga 20 juta rupiah. Sedangkan BTS di desa junjung Sumbergempol kehilangan 4 buah baterei seharga 10 juta rupiah serta BTS di desa kromasan ngunut hilang 4 Baterei seharga 8 juta rupiah.
Pelaporan kehilangan oleh penanggung jawab wilayah bervariasi. Penanggung Jawab BTS yang melapor adalah Andi 45 th, Zulfikar 34 th dan Topan 27 th. mereka mengaku kehilangan setelah melakukan pengecekan ke lokasi dan mendapatkan informasi dari kantor pusat jakarta bahwa ada 5 tower yang tidak berfungsi.

"Telah terjadi Pencurian sebanyak 32 baterei aki tower milik telepon seluler, Pihak Manajemen BTS mengalami kerugian sebesar 32 Juta rupiah" Ungkap Iptu Masrikah
Ditambahkan oleh masrikah, kempat lokasi itu diketahui kehilangan batereinya diperkirakan pada jam yang hampir bersamaan. Karena modus dan cara pengambilanaya hampir sama dgn cara merusak monitor dulu, baru melakukan tindakan pencurian. Beberapa barang bukti yang tertinggal, kini telah diamankan polisi sedangkan dari catatan jumlah baterei yang berhasil diambil sekitar 42 buah dari dua kejadian sebelumnya dan total harga sekitar 56 juta rupiah. Kini polisi masih terus menyelidiki dan melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Dihubkominfo Basel Ancam Segel BTS

http://bangka.tribunnews.com/2012/12/04/dihubkominfo-basel-ancam-segel-bts
IMG-20121204-00087.jpg
bangkapos.com/iwan s
Ahmad Ansyori

Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM,BANGKA --
Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Basel mengancam akan melakukan penyegelan terhadap puluhan Base Transportation System (BTS) yang menunggak pembayaran retribusi ke Pemkab Basel.

Adanya hal itu, Dishubkominfo Basel memberikan kesempatan kepada provider yang ada untuk melunasi kewajibannya hingga tahun 2012.

"Yang bayar baru PT Telkom dan lewat telpon hari ini PT Telkomsel dan XL menyatakan siap melunasi kewajibannya. Jika sampai akhir tahun tidak ada itikad baik dari provider, kita bekerjasama dengan Satpol PP akan menyegel menara BTSnya," tegas Kadishub Kominfo Basel Ahmad Ansyori, kepada bangkapos.com, Selasa (4/12/2012).

Ia menjelaskan, dari 85 pemancar dan 80 tower yang ada di Basel untuk menara Telkomsel itu ada 27 unit, Telkom I menara, XL 39 unit, Indosat 14 unit dan Tree 5 unit menara.

"Retribusi menara telekomunikasi ini diatur dalam Perda Basel Nomor 21 tahun 2012, selama ini tidak ada Perdanya, Namun sejak UU 28 tahun 2009 salah satu retribusi yang bisa diambil dari pengendalian menara Telekomunikasi dan kita satu-satunya kabupaten di Basel yang sudah memiliki Perda ini," jelas Ansyori.

Lebihlanjut ia mengatakan, dari retribusi menara telekomunikasi tersebut, jika pihak provider tidak membayar kewajibannya, Pemkab Basel berpotensi kehilangan PAD hingga 200 juta rupiah.

"Potensi kehilangan PAD jika provider tidak bayar mencapai 200 juta rupiaha.Besarnya pemungutan retribusi adalah 2 persen dari NJOP menara," pungkasnya.

Terpisah, Kepala BLH Basel Asril Husman mengungkapkan, terkait insiden penyegelan tower menara salah satu provider telekomunikasi di Toboali, Sabtu (1/12/2012) pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lapangan.

"Pihak provider wajib memberikan ganti rugi. Jadi kami minta warga yang mengajukan ganti rugi untuk memberikan data melalui lurah,"ujar Asril.


Penulis : IwanS
Editor : asmadi
Sumber : bangkapos.com

Telkomsel Keluhkan Seringnya Hilang Perangkat BTS

 
 
MEDAN (EKSPOSnews): PT Telkomsel Wilayah Sumbagut mengeluhkan seringnnya hilang alat perlengkapan base transceiver station (BTS) di sejumlah lokasi, sementara perangkat yang hilang tersebut berperan untuk melayani pengguna ponsel.
Head of ICT Network Management Sumbagut Division M. Hamzah Berdikari membenarkan di sejumlah lokasi BTS milik Telkomsel sering terjadi pencurian, sehingga bisa mengganggu pengguna telepon.

“Perangkat BTS yang selalu hilang adalah kabel feeder, baterai, kabel power, dan kabel grounding,” ujarnya di Medan, Jumat 7 Desember 2012.

Menurut dia, dengan hilangnya sejumlah peralatan BTS bisa mengganggu coverage jaringan telah melayani hingga 100% di ibu kota Kabupaten sampai wilayah kecamatan di pulau Sumatra.

Dia mengakui, jumlah BTS di Regional Sumbagut mencapai 5.400 yang terdiri dari BTS 2G dan 3G, dan secara berkesinambungan Telkomsel tetap melakukan peningkatan kualitas layanan dengan melakukan penambahan kapasitas, pembangunan BTS baru hingga modernisasi jaringan dalam bentuk implementasi perangkat, service, dan fitur terbaru.

Pertumbuhan pelanggan yang cukup signifikan, kata dia, menuntut ketersediaan jaringan yang memadai. Mengingat kualitas jaringan merupakan ‘menu utama’ yang harus disajikan oleh operator selular secara prima. Untuk itu, Telkomsel di wilayah Regional Sumbagut telah melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan di wilayah ini

Dampak yang timbul jika salah satu perangkat BTS hilang, menurut dia, dapat mengakibatkan komunikasi di wilayah tersebut terganggu, sehingga berdampak pada kerugian masyarakat dan pemilik BTS .

Gangguan komunikasi bagi masyarakat di daerah tersebut mengganggu sektor bisnis maupun layanan publik terhadap masyarakat di daerah tersebut, sebab saat ini layanan komunikasi&informasi adalah hal yang tidak bias dilepaskan dari perkembangan suatu daerah. Untuk itu, kata dia, Telkomsel mengajak seluruh anggota masyarakat agar sama-sama menjaga perangkat BTS di lokasi masing-masing agar tidak diambil orang yang tidak bertanggung jawab.(em)