Selasa, 07 Februari 2012

Infrastruktur Telekomunikasi Tower Bersama Gandeng Ascot International



Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menggandeng Ascot International, sebuah perusahaan penyedia sistem Generator Ramah Lingkungan terkemuka dari Italia untuk menyediakan solusi infrastruktur telekomunikasi lainnya termasuk penyediaan catu daya BTS seluler di wilayah yang memerlukan pasokan energi alternatif.

Seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (3/2/2012), TBIG mengaku solusi infrastruktur tersebut adalah Generator Hybrid atau biasa disebut juga CDC (Charge Discharge), generator penyedia energi untuk BTS seluler ramah lingkungan.

"Generator penyedia energi untuk BTS seluler ramah lingkungan. Generator Hybrid atau CDC dari ASCOT ini hanya mengoperasikan generator tidak lebih dari enam jam sehari dan selebihnya listrik disuplai oleh bateri hingga satu hari penuh," kata Presiden Direktur TBIG Herman Setya Budi.

Oleh karenanya sistem tersebut ramah lingkungan dan efisien karena secara signifikan mengurangi pengoperasian genset dari 24 jam ke enam jam per hari.

Lebih lanjut Herman menjelaskan, pada kawasan-kawasan tertentu di Indonesia pembangunan jaringan komunikasi seluler terkendala oleh ketidaktersediaan jaringan listrik yang memadai sehingga pengembangan layanan komunikasi seluler pun terganggu.??

TBIG merupakan perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang menggunakan generator ramah lingkungan ini hingga ke tahap operasional. Sekarang, generator ramah lingkungan ini sudah digunakan di empat kawasan, yaitu Unurumguay-Jayapura, Talaud-Manado, Kairatu-Ambon dan Palu.??

CEO Ascot International Michele Greca mengatakan Generator Hybrid dari Ascot memang dirancang untuk kawasan remote namun tetap memberikan kemudahan dan efisiensi dalam pengoperasiannya.

"Karena kemudahan pengoperasiannya, penggunaan generator ini sangat cocok untuk geografi Indonesia di mana penyebaran pengguna telekomunikasinya menjangkau hingga ke wilayah remote dan kepulauan," tandasnya. (ade)

Excel Batal Jual 7.000 Menara


Pembatalan itu dilakukan karena harga penawaran dari peserta lelang tidak sesuai target.

VIVAnews - PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) bermaksud membatalkan rencana penjualan 7.000 menara telekomunikasi yang diusung perseroan sejak 2008. Pembatalan tersebut dilakukan karena harga penawaran dari peserta lelang tidak sesuai dengan target perusahaan.

"Harga penawaran penjualan menara tidak mencapai target yang diharapkan, karena calon pembeli sulit memperoleh pendanaan akibat krisis global," kata Sekretaris Perusahaan Excelcomindo Pratama, Ike Andiani, dalam penjelasan tertulis perseroan yang dipublikasikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 11 Februari 2009.

Sebelumnya, dana hasil penjualan menara dialokasikan untuk mencukupi belanja modal (capital expenditure/capex) 2009. Excelcomindo awalnya juga menargetkan lelang itu rampung pada awal 2009.
Hingga saat ini, masih ada enam peserta lelang yang ikut berpartisipasi. Peserta lelang tersebut merupakan perusahaan investasi dan konstruksi.

Direktur Utama Excelcomindo Pratama, Hasnul Suhaimi, sempat mengakui, pihaknya tengah  mempertimbangkan penutupan tender penjualan menara itu. Perseroan akan mengecek tiap bank yang akan bekerja sama dengan pemenang tender.

Perusahaan telekomunikasi ini berharap bisa menjual menara BTS di atas kisaran harga US$ 635-808 juta atau Rp 5,7-7,3 triliun dengan kurs Rp 9.000/US$. Target tersebut merupakan kisaran wajar hasil penilaian tim penilai independen PT Ujatek Baru sebesar US$ 90,73 ribu hingga US$ 115,4 ribu per menara.

Saat dikonfirmasi, Senior Vice President Corporate Finance and Treasury Excelcomindo, Johnson Chan, mengungkapkan, pihaknya sebenarnya tetap berniat menjual menara BTS. “Namun, Excelcomindo masih menunggu saat yang tepat,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Selasa 10 Februari 2009.

Johnson menambahkan, perseroan juga masih mengkaji rencana penawaran umum terbatas (rights issue) yang diharapkan terealisasi pada kuartal II-2009.

Sementara itu, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) yang juga sedang menegosiasikan rencana penjualan 300-500 menara base transceiver station (BTS) masih melanjutkan proses lelang. Perseroan berharap bisa merampungkan lelang pada akhir Februari 2009.
“Rencana penjualan kami tetap jalan karena menara yang akan dilepas jumlahnya tidak sebanyak milik Excel,” kata Direktur Corporate Services Bakrie Telecom, Rakhmat Junaidi saat dihubungi VIVAnews, kemarin.

Curi Tower BTS, 4 Pria Dibekuk


Kab. 50 Kota
Padang Ekspres  Berita Kriminal  Sabtu, 28/01/2012 - 11:04 WIB  Fajar rillah Vesky  168 klik
Polsek Akabiluru di bawah pimpinan AKP M Nasir, berhasil menggagalkan pencurian tower Base Transceiver Station (BTS) milik PT Axis perwakilan Sumbar di Jorong Piladang, Nagari Koto Tangah Batu Ampa, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (26/1) sekitar pukul 01.30 WIB.
 
Tidak hanya menggagalkan pencurian tower BTS yang berharga mahal, Polsek Akabiluru di bawah naungan Polres Payakumbuh, berhasil pula membekuk 4 pria yang melakukan aksi pencurian tersebut. Keempat pria teridentifikasi berasal dari Sumbar dan Riau.
 
"Mereka masing-masing bernama Muhayat Efendi, 21 dan Syafriman, 29 asal Nagari Halaban, Limapuluh Kota. Kemudian, Hadi Iswandi asal Pekanbaru dan Roy Jekson Hendri asal Kampar, Provinsi Riau," ujar Kapolres Payakumbuh AKBP Ano Munarto, melalui Kapolsek Akabiluru AKP M Nasir, Jumat (27/1).
 
AKP M Nasir yang pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Bukittinggi mengatakan, pencurian tower BTS di Jorong Piladang terungkap, saat operator yang bertugas  memantau keadaan tower BTS di server induk, melihat sinyal aneh pada tower BTS di Jorong Piladang, Limapuluh Kota.
 
"Kemampuan teknologi perusahaan seluler itu ternyata memang canggih. Operatornya langsung tahu, kalau tower BTS hilang. Mereka kemudian berkordinasi dengan kita. Sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat, kita langsung bergerak ke lokasi tower PT Axis di Piladang," ujar AKP M Nasir.
 
Di lokasi, polisi menemukan dua pria, yakni Muhayat Hidayat dan Syafriman, sedang asyik mempreteli towerr BTS. Sedangkan, rekan mereka Hadi Iswandi, menjadi supir yang menunggu bersama Roy Jekson Hendri. "Keempatnya, langsung diamankan anggota kita, dengan dibantu masyarakat. Kasus ini, masih terus diselidiki, " demikian AKP M Nasir. (frv)