Selasa, 17 Desember 2013

Tandatangan diduga dipalsu, warga tolak pembangunan tower BTS Ponorogo

Tandatangan diduga dipalsu, warga tolak pembangunan tower BTS Ponorogo - Puluhan orang serbu lokasi - tower BTS terlihat bagian bawahnya
tower BTS terlihat bagian bawahnya(Foto: istimewa)
LENSAINDONESIA.COM: Puluhan warga Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Ponorogo Jatim ‘gruduk’ lokasi pembangunan tower BTS salah satu provider telekomunikasi yang berada di desanya,Senin (13/05/2013).
Kedatangan mereka ke lokasi proyek tersebut dalam upayanya untuk menggagalkan pembangunan tower BTS itu. Puluhan warga yang di antaranya juga anak-anak dan para ibu rumah tangga tersebut, merasa khawatir keselamatan bila tower tetap didirikan. Selain itu, mereka juga takut dampak atas radiasi yang ditimbulkan.
Agus, salah satu warga yang rumahnya hanya berjarak beberapa puluh meter dari lokasi, mengatakan, ”Kami menuntut pembangunan BTS ini dibatalkan, karena kami tidak pernah diajak koordinasi.”
Selain itu, beberapa warga tersebut juga menuntut ijin pendirian tower yang dikeluarkan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Ponorogo itu segera dicabut. Alasan mereka, lantaran warga yang rumahnya berdekatan dengan tower, merasa tidak pernah dimintai persetujuan.
Mereka menduga ada permainan dan memalsukan tanda tangan mereka. ”Kami tidak dimintai tanda tangan. Tapi setelah kami tanyakan ke dinas terkait, katanya kami sudah membubuhkan tanda tangan. Kami curiga bahwa ini akal-akalan oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan dengan mengabaikan kami,”tegas Muji, warga yang hanya terpaut satu rumah dari lokasi tower.
Sebelum melakukan aksi di lokasi, warga sempat melayangkan surat ke KPPT dengan tembusan ke Satpol PP, Infokom, Bupati dan Ketua DPRD. Isinya menuntut agar pembangunan tower tersebut dibatalkan. Tapi, tidak pernah ada tanggapan, justru tahu-tahu ijin pendirian tower keluar.
“Sebenarnya kita telah melayangkan surat yang ditanda tangani warga sekitar sini. Namun dari pihak terkait tidak ada tanggapan, justru yang jadi pertanyaan kami kenapa ijinya malah keluar. Padahal, kami tidak ada yang dimintai tanda tangan,” pungkasnya.@arso

Tidak ada komentar:

Posting Komentar